Jamu Tradisional Asli Indonesia Terjamin Mutu Dan Kualitas Sudah Bersertifikat ISO Dan Bersertifikat Halal MUI Serta Terdaftar BPOM RI

CV. De Nature Indonesia | Cilacap - Jawa Tengah Tlp. (0280) 6262 372

Obat Kecanduan Narkoba Anti Sakau

Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya. Selain “narkoba”, istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.

Semua istilah ini, baik “narkoba” ataupun “napza”, mengacu pada kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu.[butuh rujukan] Namun kini persepsi itu disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang semestinya.

kecanduan narkoba

Pengertian

Narkotika adalah zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman, baik sintetis maupun semi sintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa nyeri dan dapat menimbulkan ketergantungan (Undang-Undang No. 35 tahun 2009). Narkotika digolongkan menjadi tiga golongan sebagaimana tertuang dalam lampiran 1 undang-undang tersebut. Yang termasuk jenis narkotika adalah:

  • Tanaman papaver, opium mentah, opium masak (candu, jicing, jicingko), opium obat, morfina, kokaina, ekgonina, tanaman ganja, dan damar ganja.
  • Garam-garam dan turunan-turunan dari morfina dan kokaina, serta campuran-campuran dan sediaan-sediaan yang mengandung bahan tersebut di atas.

Psikotropika adalah zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan pada aktivitas mental dan perilaku (Undang-Undang No. 5/1997). Terdapat empat golongan psikotropika menurut undang-undang tersebut, namun setelah diundangkannya UU No. 35 tahun 2009 tentang narkotika, maka psikotropika golongan I dan II dimasukkan ke dalam golongan narkotika. Dengan demikian saat ini apabila bicara masalah psikotropika hanya menyangkut psikotropika golongan III dan IV sesuai Undang-Undang No. 5/1997. Zat yang termasuk psikotropika antara lain:

  • Sedatin (Pil BK), Rohypnol, Magadon, Valium, Mandrax, Amfetamine, Fensiklidin, Metakualon, Metifenidat, Fenobarbital, Flunitrazepam, Ekstasi, Shabu-shabu, LSD (Lycergic Syntetic Diethylamide) dan sebagainya.

Bahan Adiktif berbahaya lainnya adalah bahan-bahan alamiah, semi sintetis maupun sintetis yang dapat dipakai sebagai pengganti morfina atau kokaina yang dapat mengganggu sistem saraf pusat, seperti:

  • Alkohol yang mengandung ethyl etanol, inhalen/sniffing (bahan pelarut) berupa zat organik (karbon) yang menghasilkan efek yang sama dengan yang dihasilkan oleh minuman yang beralkohol atau obat anaestetik jika aromanya dihisap. Contoh: lem/perekat, aceton, ether dan sebagainya.

Efek Narkoba

1. Berpengaruh pada sistem saraf

Penyalahgunaan narkoba juga dapat berpengaruh pada kerja sistem saraf, seperti:

    • Saraf sensorik : Gangguan ini menyebabkan rasa kebas, kaburnya penglihatan, hingga kebutaan.
    • Saraf otonom : Gangguan ini menyebabkan gerakan yang tidak diinginkan. Dalam keadaan mabuk, pemakai narkoba bisa melakukan apa saja di luar kendalinya.
    • Saraf motorik : Gangguan ini terjadi pada sistem motorik dan dialami tanpa koordinasi. Jadi apabila pengguna narkoba dalam keadaan ‘high’ atau tidak sadar, kemungkinan ia akan melakukan hal-hal tanpa disadari, misalnya menggoyang-goyangkan kepala sampai pengaruh narkoba yang dikonsumsi menghilang.
  • Saraf vegetatif : Gangguan ini terkait dengan bahasa yang dilontarkan oleh pengguna narkoba. Ini juga bisa menimbulkan rasa takut dan kurang percaya diri jika tidak menggunakan narkoba.

2. Muncul halusinasi

Narkoba akan menyebabkan daya khayal menjadi tinggi, atau disebut dengan halusinogen. Ganja digolongkan sebagai halusinogenika, karea akan menimbulkan pengaruh terhadap perubahan persepsi waktu dan ruang. Untuk semua zat psikoaktif (narkotika, psikotropika, dan zat adiktif lainnya), bisa merubah perilaku, perasaan, serta pemikiran.

3. Kerja otak akan berlebihan

Narkoba akan memacu kerja otak, sehingga akan timbul rasa segar dan semangat, percaya diri, serta hubungan dengan orang lain semakin akrab. Namun dibalik itu semua ada efek buruknya, yaitu membuat pemakainya sulit tidur, gelisah, jantung berdebar dan meningkatkan tekanan darah.

4. Memanipulasi mood, perasaan, dan perilaku

Narkoba bisa mengubah perasaan, cara berpikir, serta perilaku seseorang yang menggunakannya. Itulah mengapa narkotika disebut sebagai zat psikoaktif, yaitu karena memberikan beberapa efek pada otak, seperti menghambat kerja otak dan menurunkan kesadaran, misalnya pada golongan opioida, obat penenang, dan alkohol.


Kecanduan Narkoba

Narkoba membuat penggunanya merasa sangat bahagia hingga ‘teler’. Ini adalah akibat dari lonjakan dopamin dan serotonin yang dilepaskan otak di luar batas toleransi, sebagai reaksi rangsangan narkotika. Secara otomatis, efek nagih ini akan membuat tubuh membutuhkan penggunaan obat yang berulang demi memuaskan kebutuhan akan kebahagiaan ekstrem tersebut.

Penyalahgunaan obat dan zat terlarang yang berkepanjangan akan merusak sistem dan sirkuit reseptor motivasi dan penghargaan otak, menyebabkan ketergantungan.


Sakau

Sakaw, atau sakau, alias putus obat, adalah gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian obat secara mendadak, atau akibat penurunan dosis obat secara drastis sekaligus.

Gejala sakau narkoba meliputi gejala fisik dan emosional, yaitu:

  • Gejala fisik yang akan dialami orang sakaw
  1. Berkeringat
  2. Jantung berdebar
  3. Detak jantung keras
  4. Otot menegang
  5. Dada terasa sesak
  6. Kesulitan bernapas
  7. Tremor
  8. Mual, muntah, atau diare
  • Gejala emosional yang akan dialami orang sakau
  1. Kecemasan
  2. Gelisah
  3. Mudah marah
  4. Insomnia
  5. Sakit kepala
  6. Sulit berkonsentrasi
  7. Depresi
  8. Pengasingan diri

Cara Penyembuhan Kecanduan Narkoba atau Sakau

De Nature Indonesia Menawarkan solusi untuk mengatasi kecanduan narkoba atau sakau dengan menggunakan herbal alami dari de nature indonesia yang aman tanpa efek samping dan ketergantungan. Herbal de nature indonesia merupakan produk herbal tradisional yang telah lolos uji BPOM dan telah mendapatkan sertifikat ISO dan sertifikat Halal dari MUI.

obat anti sakau

Khasiat :

    • Menghilangkan kecanduan pada penderita
    • Menghilangkan depresi pada penderita
    • Menghilangkan efek buruk akibat narkoba
    • Menguatkan sistim imun pada penderita
    • Meningkatkan kekebalan tubuh
    • Memperbaiki Sel tubuh yang rusak
    • Membersihkan sirkulasi darah
    • Menjaga kinerja sel dan Metabolisme
    • Membersihkan racun dalam tubuh
    • Melindungi mata
    • Sebagai Anti Kanker
  • Memperpanjang umur sel dalam Tubuh

Klik Untuk Konsultasi & Pemesanan

Obat Kecanduan Narkoba Anti Sakau
Artikel "Obat Kecanduan Narkoba Anti Sakau" ditulis oleh admin update terakhir pada 27th Desember 2018 Categories: Narkoba Tags: , , , , , , , , , permalinks http://www.de-nature.biz/obat-kecanduan-narkoba-anti-sakau/ di De Nature Indonesia
Daftar Obat
Konsultasi & Pemesanan

Call Center De Nature

Rekening Pembayaran Resmi
Rekening Pembayaran
Jasa Pengiriman
jasa pengiriman de nature
2015 - De Nature Indonesia